Datacomm Luncurkan Solusi Baru Cloud Bidik UKM

Datacomm Luncurkan Solusi Baru Cloud Bidik UKM
  • 9 October 2015

Indeks.co.id, Jakarta – Datacomm Diangraha (Datacomm), perusahaan penyedia layanan network (jaringan) teknologi informasi, meluncurkan solusi terbarunya, Datacomm Cloud Business (DCB) yang fokus pada layanan cloud computing. Mengusung tiga keunggulan, Enterprise, Secure, Local, perusahaan yang telah berkiparah selama 25 tahun ini optimis bisa mendorong layanan baru cloud dengan membidik kalangan UKM.

Seiring meningkatnya penggunan teknologi internet di kalangan pelaku usaha di Tanah Air, solusi infastruktur cloud diprediksi bakal makin banyak diminati. Tak hanya di kalangan perusahaan besar, namun juga pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Apalagi dengan adanya sistem jaminan keamanan yang makin bisa diandalkan.

“Kami melihat solusi cloud computing ini sudah makin banyak diminati dan diterima pasar, Apalagi dari sisi harga juga sangat terjangkau, sehingga kami percaya bakal makin banyak perusahaan yang tertarik menggunakan cloud computing ini, termasuk UKM yang jumlahnya sangat besar. Itulah makanya, dengan pengalaman kami selama 25 tahun di layanan network teknologi informasi, kami optimis dengan mengusung diferensiasi baru untuk menggarap pasar cloud computing ini,” ujar President Director Datacomm, Tan Wie Tjin, saat peluncuran Datacomm Cloud Business (8/10), di Jakarta.

Menurutnya, di era internet seperti sekarang ini, solusi cloud bisa menjadi business enabler untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Salah satunya melalui peningkatan daya saing UKM melului teknologi informasi. Peluncuran Datacomm Cloud Business ini, katanya, juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan yakni meningkatkan adopsi cloud computing di Indonesia.

Hal senada disampaikan Sutedjo Tjahjadi, Managing Director Datacomm Cloud Business. Menurutnya besarnya potensi pasar UKM tidak terlepas dari tren penggunaan internet bisnis yang juga makin berkembang di kalangan pelaku usaha ini. Sebagai gambaran, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang jumlahnya mayoritas yang mampu memberikan kontribusi yang besar ke GDP, hingga kini baru 14% yang telah mengadopsi teknologi cloud computing. Namun sektor ini memiliki tingkat penerimaan dan potensi cloud computing yang sangat mengesankan. Tahun 2013, tingkat pertumbuhan adopsi cloud computing di kalangan UKM Indonesia sebesar 100%.

“Pendorong utamanya adalah kebutuhan mereka untuk meningkatkan produktivitas, keinginan untuk meninkatkan daya saing di pasar lokal, domestik, atau global. Di era pasar bebas, seperti Masyarakat Ekonomi Asean MEA) yang suduh di depan mata, penggunaan TI tak bisa ditawar lagi. Sehingga ke depan adopsi TI akan semakin tinggi, termasuk cloud computing ini,” paparnya.

Dijelaskan, manfaat yang didapat dengan menggunakan pendekatan cloud computing bagi bisnis antara lain, pelayanan terpercaya yang ditangani oleh ahlinya, model biaya OPEX yang dapat meningkatkan level layanan dari segi efektivitas dan efisiensi. Dengan pola ini, mereka bisa lebih fokus pada pengembangan core business-nya.

Pihaknya optimistis karena layanan terbaru ini membawa terobosan dengan mengusung tiga hal yang menjadi andalan, yakni Enterprise, Secure, Local. Enterprise, produk yang ditawarkan diperuntukan bagi perusahaan, baik yang kecil maupun menengah, yang dirancang untuk memiliki ketangguhan dan skalabilitas. Secure, produk yang dibuat selalu mengutamakan security untuk menjamin keamanannya terhadap ancaman dari luar dan kebocoran data. Local, melakukan investasi di infrastruktur data center milik sendiri yang lokasinya berada di Indonesia dengan dukungan SDM lokal untuk menghilangkan hambatan geografis dan bahasa.

Saat ini, DCB menawarkan 2 produk cloud computing, yaitu Sentriciti dan Cloudciti. Sentriciti, merupakan layanan Security-as-a-service (SecaaS) yang meliputi Security Remote Monitoring (SRM), Security Device Management (SDM), dan Security Professional Services (SPS). Produk ini ditujukan bagi pelanggan yang harus memenuhi dan mematuhi peraturan Keamanan Informasi Perusahaan. Sedangkan Cloudciti merupakan berbagai layanan Cloud-as-services (XaaS) yang meliputi Enterprise Infrastructure as a Service (IaaS), Enterprise Email Services, Backup & Disaster Recovery as a Service, Mobile Collaboration Platform as a Service, dan Enterprise Mobility Management as a Service.

“Semua produk layanan ini sudah tersedia dan dikemas dalam berbagai paket dengan harga yang kompetitif dan dapat dipilih sesuai keperluan pelanggan, baik enterprise atau UKM. Seperti busaha bidang hospitality, logistik, security, pemerintahan, edukasi, lembaga riset, sektor publik, financial services, health care, serta bidang lainnya. Dari layanan ini, selama 12 bulan kedepan, kami optimis bisa meraih revenue hingga Rp50 miliar per tahun dan untuk dua hingga tiga tahun ke depan kita targetkan bisa Rp 200 miliar per tahun,” ujar Sutedjo Tjahjadi.

Sumber: Indeks