Datacomm Perkenalkan Cloudciti Enterprise Email Service

Datacomm Perkenalkan Cloudciti Enterprise Email Service
  • 22 November 2015

MAJALAH ICT – Jakarta. PT. Datacomm Diangraha (Datacomm), perusahaan penyedia layanan teknologi network untuk berbagai industri di Indonesia, mengumumkan partnership dengan Zimbra, produk dari Synacor, dan memperkenalkan Cloudciti Enterprise Email Service (CEES), layanan hosting email untuk pasar Indonesia.
“Kami sangat gembira dapat bersama dengan Zimbra yang telah memiliki rekam-jejak yang sudah terbukti dan dipercaya oleh banyak brand global,” kata President Director Datacomm, Tan Wie Tjin. “Bersama Zimbra bisnis di Indonesia mendapat akses ke komunitas open source yang penuh semangat dan gairah.”

“Kami sangat senang menjadi partner Datacomm untuk memperluas jejak kami di Indonesia,” kata Marcus Teo, Regional Vice President and General Manager, Zimbra. “Dengan menjadi partner Datacomm, kami akan menyediakan akses yang lebih besar ke Zimbra, produk dari Synacor, terutama untuk organisasi yang menghargai manfaat solusi kolaborasi yang dibangun di platform terbuka yang luas dan memiliki standar.”

Marcus Teo, Regional Vice President and General Manager, Zimbra(kiri) dan Sutedjo Tjahjadi, Managing Director Datacomm Cloud Business (kanan) saat memperkenalkan layanan Cloudciti Enterprise Email di Jakarta.
Menurut Email Statistics Report dari Radicati Group , jumlah akun email bisnis diperkirakan akan tumbuh dengan tingkat rata-rata per tahun sekitar 5% dalam 4 tahun ke depan, dan akan mencapai lebih dari 1.1 miliar pada akhir tahun 2015 (23% dari akun email sedunia).

Laporan Radicati Group juga memperlihatkan pada tahun 2017 jumlah email bisnis yang dikirim dan diterima akan meningkat 7% dari angka pada tahun 2013 (100.5 miliar) menjadi 132.1 miliar dan jumlah email consumer yang dikirim dan diterima per hari akan memperlihatkan penurunan -4% (dari angka pada tahun 2013 yaitu 82.4 miliar) dan diperkirakan menjadi 74.5 miliar. Para pengguna email consumer memilih berbagai aplikasi pengiriman pesan yang lain, seperti mobile IM dan pengiriman pesan yang ada di social network.

Meski Indonesia, terutama Jakarta, telah diakui sebagai salah satu pengguna social media terbesar dan teraktif di dunia, email tetap memainkan peran penting untuk komunikasi bisnis-ke-bisnis. Mayoritas bisnis di Indonesia menggunakan solusi email yang terlalu mahal dan rumit untuk dikelola atau pada akhirnya mereka memilih untuk menggunakan solusi email level consumer yang umumnya memiliki kekurangan dalam hal security dan service level aggrement (SLA).

Riset ODIN tahun 2015 dengan judul: “SMB Cloud Insight” mengungkap keanekaragaman diantara UKM di Indonesia: 80% tidak menggunakan email, 12% menggunaan layanan bebas biaya, 7% menggunakan layanan hosting email dari penyedia layanan, dan 1% menggunakan email di in-house server.
Para responden melihat keuntungan dari email bisnis berbayar dibandingkan layanan bebas biaya adalah: security (89%), fungsi kalendar (72%) dan archiving (48%).

Saat ini, UKM di Indonesia belum menjadi pengguna berat email bisnis tapi akan mengembangkan kemampuan mereka di tahun-tahun mendatang. Riset ODIN 2015 mendapati 30% UKM yang menjadi responden penelitian mereka, berencana untuk menambahkan layanan hosting email berbayar dalam tiga tahun ke depan.
Potensi pasar email bisnis di Indonesia sangat mengesankan karena UKM adalah mayoritas pelaku bisnis di Indonesia dalam hal jumlahnya, tenaga kerja, dan penyumbang penting ke GDP nasional.

Terdapat peluang yang sangat nyata untuk para penyedia layanan, seiring UKM di Indonesia terus melihat nilai bisnis dari layanan email bisnis. Pendorongnya adalah, bisnisnya yang berkembang, meningkatnya kebutuhan terhadap security yang lebih baik, ingin terlihat dan merasa profesional, adanya biaya mahal untuk sistem email yang dikelola sendiri, rendahnya CaPex karena diberikan sebagai as-a-service atau cloud, dan biaya yang terjangkau dengan kebijakan pay-as-you-grow.

Sumber: Majalah ICT