Benny Sumitro: Tidak Hanya Penyedia Solusi, Acronis Hadir sebagai Enabler
PT Datacomm Diangraha berbagi pengalaman terkait kemitraan teknologi dengan Acronis yang menjadi bagian dari pengembangan layanan backup dan keamanan siber perusahaan. Hal ini disampaikan oleh Benny Sumitro dalam sesi partner spotlight di acara Acronis Cyber Connect Indonesia 2026 yang berlangsung di InterContinental Jakarta Pondok Indah, Rabu (6/5).
“Sudah 11 tahun kita berpartner,” ucap Benny Sumitro selaku Cloud and IT Director yang hadir mewakiliki Datacomm.
Benny menjelaskan awal mula Datacomm bermitra dengan Acronis yaitu pada tahun 2015. Saat itu, Datacomm mulai membangun layanan private cloud dan membutuhkan solusi backup.
“Kami merasa Acronis memiliki produk backup yang cukup bagus setelah kami review,” ucapnya.
Seiring berjalannya waktu, Datacomm memanfaatkan solusi Acronis lainnya untuk berbagai kebutuhan. Selain cloud backup, ada disaster recovery (DR), layanan keamanan seperti endpoint detection and response (EDR) dan managed detection and response (MDR).
Datacomm mengimplementasikan solusi Acronis backup untuk skenario cloud-to-cloud maupun on-premise ke cloud, sekaligus mengembangkan layanan Cold Disaster Recovery (DR). Dalam skema ini, infrastruktur pemulihan bersifat pasif hingga terjadi insiden, sehingga lebih efisien secara biaya.
Selain itu, Acronis juga digunakan dalam layanan migrasi sistem melalui mekanisme backup dan restore. Di sisi keamanan, solusi seperti EDR/XDR hingga MDR diintegrasikan dalam layanan DTrust untuk memberikan proteksi endpoint sekaligus monitoring 24/7.
Menurut Benny, keunggulan utama Acronis terletak pada kelengkapan solusi yang end-to-end, sehingga memudahkan ekspansi layanan dalam satu platform.
“Dalam satu project, kita bisa expand ke fitur lain tanpa harus mencari vendor tambahan,” ujarnya.

Faktor lain yang menjadi nilai tambah adalah efisiensi biaya, terutama untuk pasar Indonesia yang sensitif terhadap harga, serta dashboard terintegrasi yang memudahkan pengelolaan bagi mitra dan pelanggan.
Acronis juga dinilai aktif dalam mendukung partner melalui program enablement dan pengembangan produk yang berkelanjutan.
Meski demikian, Datacomm mencatat sejumlah tantangan dalam implementasi. Tidak semua produk Acronis dinilai siap untuk skenario managed service provider (MSP) atau multi-tenant.
Selain itu, kompleksitas fitur pada agent Acronis dapat berdampak pada performa sistem klien jika tidak dikonfigurasi dengan tepat.
“Hal ini bisa diatasi dengan dokumentasi yang tersedia, tapi tetap perlu perhatian,” kata Benny.
Sebagai pembelajaran, Benny menyarankan partner untuk memulai dari solusi yang paling matang seperti backup, sebelum melakukan ekspansi ke layanan lain seperti security.
“Setiap partner bisa jadi punya entry point berbeda, tapi di kami biasanya dari backup, lalu berkembang ke security,” ujarnya.
Selain itu, pengelolaan lisensi menjadi aspek penting, mengingat Acronis menawarkan berbagai skema seperti berbasis kapasitas maupun workload.
Melalui pendekatan ini, Datacomm melihat kemitraan dengan Acronis tidak hanya sebagai penyedia solusi, tetapi sebagai enabler dalam membangun layanan cyber resilience yang lebih luas bagi pelanggan di Indonesia.
