Blaize–Datacomm Bekerja Sama dalam Pengembangan AI Inference di Indonesia
Blaize Holdings, Inc. dan PT Datacomm Diangraha menjalin aliansi teknologi untuk mengembangkan solusi AI inference di Indonesia. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam ajang GITEX Asia 2026 di Singapura pada Jumat, 10 April 2026.
“Permintaan terhadap AI yang mampu menjawab tantangan operasional secara nyata semakin tinggi di Indonesia.” ucap Presiden Direktur Datacomm, Tan Wie Tjin.
Ia optimis dengan menggabungkan kekuatan infrastruktur cloud Datacomm dan teknologi AI inference dari Blaize, dapat menghadirkan solusi yang lebih adaptif, efisien, dan siap digunakan oleh berbagai sektor industri.
Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan penerapan AI yang lebih aplikatif di berbagai sektor, mulai dari keamanan publik, industri, hingga logistik.
Kedua perusahaan menargetkan solusi berbasis physical AI dan analitik real-time yang dapat berjalan di edge maupun cloud untuk mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.

Sementara itu, CEO dan Co-Founder Blaize, Dinakar Munagala, mengatakan kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, menjadi pasar strategis dalam perkembangan teknologi AI inference.
“Kami melihat peluang besar untuk menghadirkan solusi AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga berdampak langsung pada sektor seperti keamanan publik dan efisiensi logistik,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Pada tahap awal, kerja sama ini akan menjajaki pengembangan layanan AI Inference as a Service melalui integrasi platform Hybrid AI milik Blaize dengan DCloud, layanan cloud publik Datacomm.
Selain itu, kedua pihak juga akan mengeksplorasi pemanfaatan AI untuk analitik video dalam sistem keamanan, optimalisasi logistik, serta otomasi industri berbasis computer vision dan sensor cerdas.
Indonesia sendiri disebut sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan adopsi AI yang pesat di kawasan Asia Pasifik. Penerapan teknologi ini dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat sistem keamanan, serta mendorong transformasi layanan di sektor publik dan swasta.
Ke depan, Blaize dan Datacomm membuka peluang pengembangan proyek lanjutan yang lebih spesifik sesuai kebutuhan industri, seiring meningkatnya permintaan terhadap solusi AI yang terintegrasi dengan infrastruktur digital nasional.
