Background Circle Background Circle

Kunjungan Industri Universitas Trisakti: Mengenal Peran dan Peluang Karir di Bidang Keamanan Siber

Keamanan siber menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasional organisasi. Kebocoran data, gangguan layanan, hingga tuntutan kepatuhan regulasi membuat perusahaan membutuhkan strategi pertahanan yang mampu mendeteksi dan merespons ancaman secara cepat.

Materi tersebut disampaikan oleh Offensive Security Engineer PT Datacomm Diangraha (Datacomm) Muhammad Muadz Al Chairi kepada mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dan Sistem Informasi Universitas Trisakti dalam kegiatan kunjungan industri di DaLoki Hall, Datacomm Jababeka, Kab Bekasi, Rabu (15/7).

Dalam sesi bertajuk Introduction to Cyber Security Career, Muadz membuka dengan penjelasan mengenai peran penting cyber security dalam melindungi berbagai aset organisasi, mulai dari data sensitif, kredensial pengguna, hingga sistem yang menopang operasional bisnis.

“Cybersecurity bukan hanya mencegah kebocoran data, tapi juga memastikan layanan tetap berjalan, memenuhi kebutuhan compliance, serta mengurangi dampak risiko ketika terjadi serangan,” ujar Muadz.

Lukky Junior Ixs Thiodore yang juga hadir sebagai pemateri menambahkan, bahwa pada praktiknya, terdapat beberapa role dalam tim cyber security, di antaranya, blue team, security engineer, dan red team.

Ia mengatakan, banyak orang masih menganggap profesi di bidang cyber security identik dengan aktivitas peretasan. Padahal, salah satu peran yang dibutuhkan di industri adalah security engineer, yaitu profesional yang bertanggung jawab membangun dan mengelola lapisan pertahanan sistem. 

“Security engineer itu tidak hanya memasang perangkat keamanan,” ucap Lukky. Menurutnya, mereka juga harus memastikan kontrol keamanan tersebut berjalan sesuai kebutuhan organisasi. 

“Selain konfigurasi, mereka juga melakukan integrasi dengan sistem yang sudah ada, dan melakukan pemeliharaan agar perlindungan terhadap aset digital tetap optimal,” ujar Lukky yang juga seorang Offensive Security Engineer Datacomm.

Muadz menjelaskan bahwa organisasi umumnya memiliki dua pendekatan dalam menjaga keamanan sistem. Blue team bertugas memantau dan merespons ancaman yang terjadi di lingkungan TI, sedangkan red team menguji keamanan sistem dengan mensimulasikan cara berpikir penyerang.

“Blue team atau Security Operation Center (SOC) bekerja dengan memanfaatkan sistem monitorin untuk menganalisis aktivitas jaringan, log, serta berbagai permintaan yang masuk,” katanya. 

Ia melanjutkan, red team atau tim offensive security bekerja dengan pendekatan berbeda. Red team menguji dan melakukan simulasi keamanan sistem dari sudut pandang penyerang. 

“Tujuannya untuk menemukan celah yang dapat dimanfaatkan sebelum dieksploitasi oleh pihak tidak bertanggung jawab,” tambah Muadz. 

Salah satu metode yang digunakan tim offensive security adalah Vulnerability Assessment (VA) dan Penetration Testing (PT) yang juga dikenalkan kepada para peserta.

“VA berfokus menemukan sebanyak mungkin celah keamanan dalam sistem, lengkap dengan tingkat risiko dan rekomendasi perbaikan. Sementara PT bertujuan membuktikan dampak dari celah tersebut melalui simulasi eksploitasi,” ungkap Muadz.

Tips Membangun Karir di Bidang Cyber Security

Lukky menambahkan dalam sesi, bagi mahasiswa yang ingin berkarier di bidang cyber security, ia menyarankan untuk membangun fondasi teknis sejak dini, mulai dari memahami jaringan komputer atau network, sistem operasi Linux, pemrograman, hingga konsep dasar keamanan.

“Selain belajar teori, mahasiswa perlu banyak melakukan praktik. Tentunya secara legal,” kata Lukky.

Menurut Lukky, membangun karir di bidang cyber security tidak harus menunggu lulus kuliah. Mahasiswa dapat mulai memperkuat kemampuan teknis melalui praktik, membangun portofolio, serta mendokumentasikan proyek yang pernah dikerjakan sebagai bekal memasuki industri.

“Kalian bisa mulai membangun portofolio, dan mendokumentasikan proyek yang pernah dilakukan. Bahkan simulasi sederhana dapat menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Selain sesi Introduction to Cyber Security Career, kegiatan kunjungan industri juga memberikan pemaparan mengenai program magang, proses rekrutmen, dan pengembangan karier di Datacomm oleh Human Resources Development Manager Datacomm Ajeng Anindita. 

 

Peserta kemudian diperkenalkan dengan fasilitas datacenter Datacomm melalui pemutaran video serta sesi kuis mengenai operasional pusat data.