Datacomm Perkuat Pemahaman Cyber Resilience melalui Training Week Bersama Acronis
PT Datacomm Diangraha menggelar rangkaian Training Week bertema “Offline Enablement Session on Acronis Cyber Resilience” yang berlangsung di Function Hall A Datacomm. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, (11/5) untuk tim Sales dan dilanjutkan pada Rabu, (13/5) untuk tim Technical.
Kegiatan ini menghadirkan Ron Eo, Senior Evangelist APJ+ME dari Acronis, untuk membahas perkembangan teknologi cyber resilience, artificial intelligence (AI), serta pendekatan perlindungan infrastruktur IT modern bagi kebutuhan bisnis saat ini.
Sesi pertama difokuskan untuk tim Sales Datacomm dengan pembahasan mengenai tren industri, tantangan keamanan siber, serta pendekatan cyber resilience dalam mendukung business continuity pelanggan. Sementara itu, sesi kedua menghadirkan pembahasan yang lebih teknis terkait implementasi solusi dan proteksi infrastruktur IT modern.

Dalam sesi training, Ron Eo menjelaskan bagaimana perkembangan AI saat ini membawa perubahan besar terhadap cara perusahaan bekerja dan mengelola operasional bisnis. Menurutnya, AI kini tidak lagi hanya bergantung pada prompt sederhana, tetapi juga mulai mampu memahami konteks dan melihat gambaran yang lebih luas dalam suatu proses kerja.
“AI seems to get smarter and understand context. It’s not just what you prompt directly, but whether it can understand the broader picture around your problem,” ujar Ron Eo.
Selain membahas AI, sesi ini juga menyoroti pentingnya pendekatan cyber resilience dalam menjaga keberlangsungan operasional bisnis di tengah meningkatnya ancaman siber dan risiko downtime. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana perusahaan dapat membangun sistem IT yang lebih resilien melalui kombinasi backup, disaster recovery, endpoint protection, hingga unified management dalam satu ekosistem.
Materi training juga mencakup bagaimana platform Acronis mengintegrasikan berbagai kemampuan dalam satu solusi, mulai dari Backup, Disaster Recovery (DR), Endpoint Detection & Response (EDR/XDR), Vulnerability Assessment, hingga Unified Management. Pendekatan ini dirancang untuk membantu MSP dan tim IT meningkatkan business continuity, meminimalkan downtime, serta menghadirkan perlindungan yang lebih menyeluruh terhadap infrastruktur digital perusahaan.
Salah satu topik utama dalam sesi ini adalah pembahasan mengenai Disaster Recovery (DR) sebagai proses penting untuk memulihkan sistem IT dan operasional bisnis setelah terjadinya gangguan tak terduga. Melalui solusi Disaster Recovery dari Acronis, perusahaan dapat menghadirkan layanan DR-as-a-Service (DRaaS) dengan fitur seperti rapid failover dengan RTO kurang dari 15 menit, automated testing berbasis AI, hingga failover dari malware-free recovery points.
Ron Eo juga menjelaskan bahwa ancaman malware modern kini semakin sulit dideteksi oleh antivirus tradisional karena pelaku serangan hanya perlu melakukan sedikit modifikasi pada file untuk menghasilkan hash yang berbeda dan menghindari deteksi signature-based antivirus.
“Attackers only need to make small modifications to malware to generate a completely different hash, making traditional signature-based antivirus detection much harder,” jelas Ron Eo.
Karena itu, menurutnya, malware scanning pada backup environment menjadi semakin penting dalam strategi cyber resilience modern. Tanpa perlindungan tersebut, organisasi berisiko memulihkan kembali file yang sudah terinfeksi saat proses recovery berlangsung.
“Without malware scanning on backups, organizations risk restoring infected data back into their environment during recovery,” tambahnya.


Selain itu, Ron Eo juga menjelaskan bagaimana teknologi image-based backup memungkinkan proses pemulihan sistem dilakukan lebih cepat dan efisien. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat melakukan recovery terhadap keseluruhan sistem, termasuk operating system, aplikasi, dan data, tanpa perlu melakukan instalasi ulang secara manual.
Tak hanya itu, Acronis juga menampilkan dukungan perlindungan untuk lebih dari 20 jenis workload dan platform, termasuk Microsoft 365, Google Workspace, VMware, Hyper-V, AWS EC2, Linux Server, Synology NAS, SAP HANA, MySQL, dan berbagai environment lainnya.
Melalui kegiatan ini, Datacomm terus berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman tim internal terhadap perkembangan teknologi keamanan siber serta business continuity, sekaligus memperkuat kesiapan dalam menghadirkan solusi IT yang lebih resilien bagi pelanggan di berbagai sektor industri.
