Mencari Celah di Layanan Email Bisnis

Mencari Celah di Layanan Email Bisnis
  • November 20, 2015

Jakarta, CNN Indonesia — Menurut Email Statistics Report dari Radicati Group, jumlah akun email bisnis diperkirakan akan tumbuh dengan tingkat rata-rata per tahun sekitar 5 persen dalam 4 tahun ke depan, dan akan mencapai lebih dari 1,1 miliar pada akhir tahun 2015 atau 23 persen dari akun email sedunia.

Laporan Radicati Group juga memperlihatkan pada tahun 2017 jumlah email bisnis yang dikirim dan diterima akan meningkat 7 persen dari angka pada tahun 2013, dari 100,5 miliar menjadi 132,1 miliar.

Sementara jumlah email consumer –seperti Gmail atau Yahoo– yang dikirim dan diterima per hari akan memperlihatkan penurunan 4 persen dan diperkirakan menjadi 74,5 miliar.

Meski Indonesia, terutama Jakarta, telah diakui sebagai salah satu pengguna media sosial terbesar dan teraktif di dunia, email tetap memainkan peran penting untuk komunikasi bisnis ke bisnis (B2B).

Mayoritas bisnis di Indonesia menggunakan solusi email yang terlalu mahal dan rumit untuk dikelola atau pada akhirnya mereka memilih untuk menggunakan solusi email level consumer yang umumnya memiliki kekurangan dalam hal security dan service level aggrement (SLA).

Riset ODIN tahun 2015 dengan judul, ‘SMB Cloud Insight’ mengungkap keanekaragaman diantara UKM di Indonesia, 80 persen tidak menggunakan email, 12 persen menggunaan layanan bebas biaya, 7 persen menggunakan layanan hosting email dari penyedia layanan, dan 1 persen menggunakan email di in-house server.

Saat ini, UKM di Indonesia belum menjadi pengguna berat email bisnis tapi akan mengembangkan kemampuan mereka di tahun-tahun mendatang.

Melihat celah tersebut PT Datacomm Diangraha (Datacomm) menggandeng Zimbra, produk dari Synacor dengan memperkenalkan Cloudciti Enterprise Email Service (CEES), layanan hosting email untuk pasar Indonesia.

“Bersama Zimbra bisnis di Indonesia mendapat akses ke komunitas open source yang penuh semangat dan gairah,” kata President Director Datacomm Tan Wie Tjin.

“Dengan menjadi partner Datacomm, kami akan menyediakan akses yang lebih besar ke Zimbra, produk dari Synacor, terutama untuk organisasi yang menghargai manfaat solusi kolaborasi yang dibangun di platform terbuka yang luas dan memiliki standar,” tambah Marcus Teo, Regional Vice President and General Manager Zimbra.

Cloudciti Enterprise Email Service (CEES) adalah layanan email berbasis cloud yang dikelola oleh Datacomm Cloud Business. Dengan jaminan availability 99,9 persen, adanya credit service dan didukung oleh Zimbra, produk dari Synacor.

Manfaat CEES:

  • Memiliki alat untuk kolaborasi terintegrasi (email, kalendar, berbagi file dan aktivitas, jaringan sosial dan banyak lagi)
  • Mengganti CaPex dengan Opex
  • Pay-as-you-grow
  • Jaminan availability 99,9 persen
  • Berada di Pusat Data Enterprise tier-3
  • 24 x 7 x 365 Support
  • Dilengkapi dengan antivirus dan antispam
  • Jaminan security untuk data, physical and logically, dengan sertifikasi ISO 27001
  • 24 x 7 x 365 Security Operation Center
  • Memiliki kualitas internasional dengan standar ISO 9001 dan ISO 20000

Sumber: CNN Indonesia