Datacomm Berbagi Wawasan Karier IT di Seminar Technopreneurship Universitas Tarumanagara
Setiap tahunnya, ratusan ribu lulusan dari IT bersaing menjadi profesional IT di industri. Cloud and IT Infrastructure Director PT Datacomm Diangraha (Datacomm) Benny Sumitro, memaparkan empat jalur karier yang bisa dipilih oleh lulusan IT di era kompetisi industri yang kini semakin ketat.
Benny menjelaskan empat jalur yang dapat dipilih mahasiswa setelah lulus: melanjutkan studi, bekerja di industri non-IT, menjadi profesional IT, atau entrepreneurship.
Hal ini disampaikan di dalam seminar Technopreneurship: What’s Your Next IT Life? yang dilaksanakan oleh Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara (Untar) pada Senin (24/11).
“Namun, apa pun jalurnya, mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan baik dari sekarang,” ucap Benny di hadapan para peserta seminar yang mayoritas merupakan mahasiswa IT Untar semester 7.
Untuk yang memilih melanjutkan S2, Benny mengingatkan perlunya kesiapan mental, finansial, riset kampus, hingga pengalaman seperti proyek penelitian, yang akan dinilai saat wawancara beasiswa atau universitas luar negeri.
Bagi yang masuk ke industri non-IT, ia menekankan bahwa pilihan tersebut sah dan bukan berarti gagal. Kemampuan riset dan problem solving dari dunia IT tetap dapat ditransfer ke banyak sektor.
“Kalau misal ternyata tidak passion di IT setelah lulus, bukan berarti ilmu dan pengalamannya tidak bisa diaplikasikan di sektor lain,” ucap Benny.
Tantangan menjadi IT Profesional dan Entrepreneurship
Sementara itu, di jalur Profesional IT, Benny menyarankan agar mahasiswa memilih spesialisasi sejak awal. “Ketahui minat dari sekarang, riset path apa yang perlu kalian kuasai, dan terus latih skill.”
Benny menegaskan bahwa para lulusan IT yang memasuki dunia teknologi, perlu memiliki keunggulan kompetitif. “Jangan sampai tertinggal di tengah pesatnya perkembangan industri,” katanya.
Menurutnya, kemungkinan hanya 10–20% ilmu yang didapat di kampus bisa diterapkan di dunia kerja. Tidak mudah bagi kurikulum pendidikan tinggi untuk mengikuti siklus perkembangan IT di luar sana yang semakin pesat.
“Perubahan kurikulum membutuhkan proses dan syarat yang cukup panjang, sementara teknologi di luar sana terus berkembang pesat.”

Oleh karena itu, mahasiswa perlu didukung dengan ikut practical course atau sertifikasi di luar agar memiliki competitive edge atau keunggulan dari kandidat lain.
Untuk jalur entrepreneurship, Benny menjelaskan ada dua pilihan: sebagai management leader yang memiliki visi bisnis atau sebagai praktisi yang membuat produk ke pasar.
Benny menjelaskan bahwa membangun startup tidak harus dimulai dengan masalah besar. Sebaliknya, startup terbaik justru lahir dari masalah kecil sehari-hari yang sering diabaikan.
Oleh karena itu, penting memiliki wawasan luas serta kemampuan melihat banyak pengalaman-pengalaman yang ada di kehidupan sehari-hari: apa masalah dan bagaimana masalah tersebut bisa diselesaikan.
“Biasakan membangun aplikasi sebanyak mungkin. Dari situ kalian belajar pola, kesalahan, dan bagaimana membuat solusi yang benar-benar dipakai,” ujarnya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk aktif mengikuti komunitas startup sebagai tempat bertukar pengalaman, belajar metodologi baru, dan mendapatkan insight bagaimana para founder yang mungkin bisa menarik minat investor.
Melalui seminar ini, Datacomm mengajak mahasiswa untuk tidak menunggu hingga wisuda untuk mulai mempersiapkan diri setelah lulus nanti, apa pun pilihannya.
Penguatan Kolaborasi Kampus–Industri
Di sesi sebelumnya, Ajeng Anindita selaku Manager Human Resources Department Datacomm, memperkenalkan profil dan budaya kerja di Datacomm.

“Kami membuka ruang bagi mahasiswa dan fresh graduate untuk belajar langsung dari industri,” ungkap Ajeng.
Ajeng memaparkan proses rekrutmen magang dan karyawan Datacomm sekaligus membagikan tips mempersiapkan CV, menghadapi interview, dan membangun mindset berkembang bagi para lulusan baru.
Turut hadir di seminar ini Prof. Dr. Ir. Dyah Erny Herwindiati, M.Si., Dekan Fakultas Teknologi Informasi Untar, yang memberikan apresiasi terhadap kerja sama dengan Datacomm dalam membuka wawasan mahasiswa mengenai berbagai jalur karier di dunia IT.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri seperti ini penting untuk membantu mahasiswa memahami realitas kerja dan peluang masa depan yang terus berkembang,” ucap Prof Dyah.

Seminar ini ditutup dengan tukar plakat sebagai simbol kolaborasi berkelanjutan antara Untar dengan Datacomm.
